Latest Entries »

Pengembangan tebu di Kabupaten Bangkalan terus ditingkatkan guna membantu memenuhi kebutuhan gula nasional. Untuk itu, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 3,6 milliar untuk lahan tebu seluas 200 ribu hektar yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Anggaran dari APBN itu, nantinya akan dimaksimalkan untuk pengembangan produksi di setiap hektar lahan tebu. “Setiap satu hektar lahan tebu akan memperoleh Rp 18 juta untuk peningkatan produksi,” tutur Kabid Pengembangan Produksi Dinas Kehutanan dan Perkebunan (dishutbun) Kabupaten Bangkalan, Sumarmi, Kamis (26/7/2012).

Dana sebesar itu, lanjut Sumarmi, akan diterima oleh kelompok tani tebu yang tergabung dalam tiga Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR); Teras Mada, Madura Jaya, dan Kerudung Putih. “Itu (dana dari APBN) bersifat bantuan yang harus dikembalikan dengan cara mengangsur dari hasil panen tebu nantinya,” terangnya.

Dari tiga KPTR itu, masih menurut Sumarmi, KTPR Teras Mada yang beralamat di Desa Pacentan, Kecamatan Tanah Merah telah melakukan tebang perdana di lahan tebu seluas 39,966 hektar di awal bulan Juli 2012. “Dari Rp 18 juta untuk setiap hektarnya, sekali  panen akan menghasil uang Rp 27 juta. Itu masih kotor karena masih harus dipotong biaya tebang angkut sebesar Rp 4 juta,” urainya.

KPTR Teras Mada itu mencakup wilayah lahan tebu seluas 79, 70 ribu hektar yang tersebar di Kecamatan Tanah Merah, Burneh, Blega, dan Kamal. Sementara KPTR Madura Jaya mencakup lahan tebu seluas 74, 25 hektar yang tersebar di Kecamatan Galis, Socah, Arosbaya, Trageh, Labang, dan Modung.

Sedangkan KPTR Kerudung Putih yang beralamatkan di Desa Banyusangkah meliputi lahan seluas 46,45 hektar di Kecamatan Tanjung Bumi, Klampis, Konang, Kokop, dan Geger. “Tapi di KPTR Kerudung Putih masih belum dilakukan tanam tebu karena masih terkendala air. Kasihan kalau gagal,” ujarnya.

Kepala Dishutbun Kabupaten Bangkalan Abd Razak menuturkan, potensi produksi tebu di Bangkalan diharapkan mampu menutupi kebutuhan tebu nasional ke depan.

“Kalau dulu terkendala karena faktor transportasi, sekarang sudah ada Jembatan Suramadu. Jadi tebu kita bisa tepat waktu tiba di pabrik gula Sidoarjo,” paparnya usai melakukan rapat koordinasi dengan jajaran PTPN X dan XI di ruang kerjanya.

sumber : surya

Ambrolnya plafon teras gedung DPRD Bangkalan terus mendapat perhatian dari Bangkalan Corruption Watch (BCW). Terlebih ketika Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dirahasiakan.

“PPID (pejabat pengelola informasi dan dokumentasi) mempunyai pandangan berbeda terkait data RAB dan SPJ proyek plafon teras DPRD Bangkalan yang ambrol,” terang Direktur BCW Moh Syukur, Minggu (29/7/2012).

Menurut Moh Syukur, PPID Kabupaten Bangkalan menganggap RAB dan SPJ proyek senilai Rp 1,2 milliar itu yang dianggarkan melallui APBD 2009 dan pengerjaannya dilaksanakan pada tahun 2010 itu, bersifat rahasia negara, bukan untuk komsumsi publik karena data yang dikecualikan.

“Apa pun proyek pemerintahan yang dianggarkan melalui APBD harus transparan untuk diketahui publik sesuai dengan Undang-undang nomer 14 tahun 2008,” tegasnya.

Untuk itu, BCW menempuh jalur sengketa informasi dengan PPID sebagai termohon bersama 35 dinas dan bagian se Kabupaten Bangkalan. Mediasi tersebut telah berlangsung sejak Selasa (24/7/2012). Namun, Kabag Hukum Setdakab Bangkalan selaku juru bicara mediasi belum menemukan titik temu.

“PPID & dinas terkait masih meminta waktu untuk memberikan data terkait proyek tersebut.  Mediasi ditunda sambil menunggu undangan KI (komisi informasi),” ujarnya.

Ia menyesalkan ‘pelitnya’ PPID menyampaikan informasi data terkait RAB dan SPJ proyek plafon gedung DPRD tersebut.

Padahal, lanjutnya, masih banyak proyek fisik lainnya di Kabupaten Bangkalan yang menggunakan uang negara seperti rehab SMP Kokop 2, plengsengan di Desa Tangkel, dan 24 ruas jalan kabupaten yang diduga tidak sesuai RAB.

“Jika RAB secepatnya diberikan, maka BCW dapat memantau semua program dan bisa memberikan input ke dinas terkait apabila pelaksanaan proyek maupun program yang dilakukan PT atau CV pelaksana tidak sesuai RAB,” tandasnya.

Terpisah, Pejabat KI Kabupaten Bangkalan Aliman Haris selaku mediator sengketa antara BCW dan PPID mengatakan, proses mediasi tidak boleh dipublikasikan.

“Masih tahap mediasi, belum ajudikasi. Semua yang menyangkut dokumen mediasi, rekaman, dan pendapat kedua pihak tidak boleh dipublikasikan. Termasuk oleh para pihak mediator sendiri,” jelas Aliman Haris.

sumber : surya

PERSEPAM Pamekasan Madura menang 1-0 atas PSIM Yogyakarta berkat gol Ansorrudin. Rebut urutan 3 Divisi Utama, Persepam juga promosi ke ISL.

Bermain di Stadion Manahan, Solo, Minggu (8/7), PSIM tampil di bawah tekanan. Tak hanya dari tim lawan, PSIM pun tertekan secara psikologis lantaran suporternya tidak bisa mendukung mereka di laga perebutan posisi 3 DU 2011/2012 itu.

Pasoepati, suporter Persis Solo selaku tuan rumah semifinal, perebutan urutan 3, serta final DU musim ini dengan Brajamusti, suporter PSIM, tak pernah akur. Bahkan, seusai laga semifinal antara PSIM dan Persita Tangerang, Kamis (5/7), Brajamusti yang datang ke Stadion Manahan, Solo, sudah dibuat babak belur.

Belajar dari kondisi itu, Brajamusti tidak diizinkan lagi datang ke Stadion Manahan, Solo, saat laga perebutan urutan 3 DU. PSIM pun tampil di bawah tekanan 11 pemain Persepam di lapangan plus suporternya.

PSIM tak bisa bicara banyak di laga itu. Mereka harus akui keunggulan tim lawan yang sukses rebut urutan 3 berkat gol Ansarrudin pada menit 50.

Buat Persepam, selain keluar sebagai urutan 3 DU musim ini, juga berhak kantongi tiket promosi langsung ke Indonesia Super League (ISL) musim depan. Sedangkan PSIM masih berpeluang promosi ke ISL. Syaratnya, mereka harus menang di laga playoff melawan penghuni posisi 15 ISL.

Tim manajer Persepam Achsanul Qosasih pantas sumringah. Achsanul tak bisa sembunyikan suka cita bersama pasukannya.

Sekadar catatan, Persepam jadi tim asal Madura pertama yang sukses menembus level kompetisi ISL sepanjang sejarah sepakbola Indonesia.

“Terima kasih untuk pemain yang telah memberikan kemampuan terbaiknya dan hasil positif ini. Persepam jadi tim Madura pertama yang bakal main di ISL,” tegas Achsanul seusai pertandingan.

Sebagai persiapan berlaga di ISL musim depan, Achsanul pun beberkan rencana pembangunan stadion baru yang akan melibatkan 4 kabupaten di Madura.

“Persepam bakal jadi tim ISL pertama yang mendapat dukungan dari 4 kabupaten di daerahnya. Untuk masalah stadion, 4 kabupaten itu siap membangun dan merenovasi stadion yang ada. Tidak tertutup kemungkinan homebase kami jadi ada 4,” pungkas Achsanul.

Susunan pemain:
Persepam Pemekasan: 1-Alfonsius; 2-Fadli (20-Surono 70), 3-Khokok, 4-Barkah, 6-Yogas, 7-Djober, 8-Evandro, 21-Rudi (18-Ansorrudin 48), 9-Indriyanto (16-Nurhuda 59), 10-Pongue, 11-Sudirman
Pelatih: Winedy Purwito

PSIM Yogyakarta: 22-Agung; 15-Abda, 23-Eko, 2-Dulsan, 11-Topas, 16-Eko, 35-Lorenzo, 7-Nova, 17-Irfan, 12-Lakman (5-Seto 46), 97-Johan (9-Rifki 65)
Pelatih: Hanafing

sumber : sportiplus

DATANG sebagai pengganti, penyerang muda Risky Marzuki jadi pahlawan Perseba Bangkalan. Dua golnya menangkan Perseba 2-1 atas Persipas Paser.

Dibuat tertinggal lebih dulu hingga babak I usai akibat gol Riki pada menit 42, Perseba sukses balikkan kedudukan dan mengakhiri pertandingan dengan dengan kemenangan 2-1.

Pahlawan Perseba pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (3/7), itu adalah Risky. Penyerang yang belum genap berusia 18 itu hasilkan 2 gol Perseba.

“Kami menutup babak I dengan ketinggalan 1 gol. Di babak II, saya coba berikan kesempatan pada penyerang muda kmai, Risky, untuk turun. Dan, ia menjawab kepercayaan itu dengan baik. Ia cetak 2 gol dan membawa Perseba menang 2-1,” ungkap pelatih Perseba Avib Subarkah.

Meski menang, Avib belum puas dengan kinerja anak asuhnya. Perseba, menurut Avib, bisa menang lebih dari 2-1.

“Kami menguasai jalannya pertandingan dan terus menekan pertahanan lawan. Tapi, para pemain kurang sabar di depan gawang lawan. Hasilnya, kami hanya mampu menang 2-1,” tandas Avib.

Dengan kemenangan itu, Perseba butuh 1 poin lagi buat memastikan diri dapat tiket promosi ke Divisi Utama musim depan. Saat ini, Perseba duduk di peringkat 2 dengan koleksi 6 poin di klasemen Grup XX 12 Besar Divisi I yang dikelola Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI).

Sementara itu, Persipas yang terjebak di posisi 4 klasemen Grup XX pun berbesar hati menerima kekalahan itu. Menurut skretaris tim Persipas Muhammad Taufik, kekalahan timnya tidak lepas dari kelelahan yang melanda para pemainnya.

“Kami baru bermain Senin (2/7) dan sudah bertanding lagi pada Selasa (3/7). Sementara tim lawan dalam kondisi fisik yang prima setelah libur 2 hari. Tidak dipungkiri, kelelahan jadi faktor utama dalam kekalahan itu,” jelas Taufik.

Susunan pemain:
Perseba Bangkalan:
30-Joko; 2-Bagus, 23-Ichsan, 22-Yasin (11-Dhomas 65), 16-Adi, 7-Firman, 10-Rahmad (15-Agung 90), 8-Fery, 4-Sahrus, 19-Hasan (12-Risky 56), 18-Ripto
Pelatih: Avib Subarkah

Persepas Paser: 1-Shodikin; 23-Ricco, 2-Ardan, 18-Riki, 13-Suryanto, 7-Zaenal, 9-Wahyono, 26-Syahdan, 8-Yudi (16-Darmansyah 55), 10-Mustofa (6-Irwanto 71), 24-Arman (12-Hairul 76)
Pelatih: Amir Yusuf Pohan

sumber : sportiplus

PERSEBA Bangkalan mengaku memandang sebelah mata Persebo Bondowoso, Sabtu (30/6). Akibatnya, tanpa perlawanan berarti, Perseba kalah telak 0-3.

Bermain di Lapangan Kopasus, Cijantung, Sabtu (30/6), Persebo main nothing to lose. Kondisi fisik yang belum prima membuat mereka pasrah dan tak targetkan kemenangan seperti pada pertandingan pertamanya kontra Perseka Kaimana, Jumat (29/6), yang berakhir imbang 0-0.

Strategi itu terlihat dari permainan mereka yang tidak mau menguras fisik. Mereka andalkan umpan-umpan pendek dan datar dengan tempo permainan yang tidak cepat.

Namun, sang lawan keburu takabur. Merujuk pada penampilan Persebo saat hadapi Yahukimo, pelatih perseba Avib Subarkah turunkan pemain lapis 2. Hasilnya, jeblok. Tiga gol bersarang ke gawang Perseba yang dikawal Joko Susilo. Perseba Bahkan tidak mampu membalasnya hingga pertandingan usai. Persebo pun menang 3-0.

David Erfandi jadi bintang pada laga itu. pemain bernomor punggung 11 itu cetak 2 gol masing-masing pada menjit 6 dan 57. Sementara 1 gol lainnya Persebo dicetak Harianto pada menit 30.

Seusai pertandingan, Avib mengakui kesalahannya. Ia jujur meremehkan sang lawan sekaligus terkejut dengan penampilan persebo yang impresif.

“Saya memang sengaja menyimpan 5 pemain utama kami. Saya kira penampilan Persebo tidak jauh dari permainan mereka di pertandingan pertamanya. Tapi, mereka tampil luar biasa. Saya terlalu meremehkan mereka. Dan, inilah hasilnya. Kami kalah 0-3,” tandas Avib.

Sementara bagi kubu Persebo, pelatih Hengky Kurniawan mengaku bersyukur dengan hasil itu. Hengky menilai fisik pasukannya belum layak untuk bertanding. Hengky pun menyebut kemenangan yang diraih anak asuhnya tidak lepas dari strategi lawan yang turun bukan dengan kekuatan terbaiknya.

“Sebenarnya, kondisi fisik para pemain belum pulih. Karena itulah, kami hanya targetkan hasil seri seperti pertandingan pertama. kami tidak berpikir untuk menang,” tandas Hengky.

“Tapi, yang terjadi di luar perkiraan kami. Kami mampu menang 3-0. kami tentu bersyukur. Hasil itu tak lepas dari permainan lawan yang tidak sebaik pertandingan sebelumnya,” lanjut Hengky.

Ya, pada pertandingan pertamnya, Perseba memang sukses membuat kejutan dengan mengalahkan wakil Papua yang jadi salah 1 tim favorit di 12 Besar Divisi I yang dikelola Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI). Perseba menang 1-0.

Sementara itu, pada pertandingan lain di Grup XX antara Perseta Tulungagung dan Persipas Paser, berakhir dengan kemenangan Persipas 3-2.

Persipas yang lebih dulu tertinggal lewat gol Anton pada menit 4, mampu bangkit dan mengamuk. Tiga gol langsung disarangkan ke gawang Perseta yang 2 diantaranya dicetak Arman dan 1 gol lainnya dicetak Yudi Asmawanto. Perseta pun hanya mampu memperkecil ketinggalan jadi 2-3 lewat sontekan Farid pada menit 67.

Hasil Pertandingan Grup XX 12 Besar Divisi I:
-Perseta Tulungagung 2-3 Persipas Paser
-Persebo Bondowoso 3-0 Perseba Bangkalan

sumber : sportiplus

JADI favorit di antara kontestan 12 Besar Divisi I BLAI, Yahukimo FC malah kalah di laga perdana, Jumat (29/6). Mereka dihantam Perseba Bangkalan 1-0.

Bermain di pertandingan ke-2 Grup XX 12 Besar Divisi I Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI), Perseba berikan perlawanan sengit terhadap wakil Papua, Yahukimo.

Tampil cepat dan terus menekan, Yahukimo malah kebobolan. Berawal dari kemelut di depan gawang Yahukimo yang dikawal Tony Aryo Bintoro, sepakan Ripto sukses merobek gawang Yahukimo. Perseba unggul 1-0 dan bertahan hingga turun minum.

Di babak II, Yahukimo berusaha menyamakan kedudukan. Gempuran pun terus dilancarkan ke lini pertahanan Perseba. Sayang, usaha Yahukimo tidak membhuahkan hasil. Hingga pertandingan usai, keunggulan 1-0 untuk Perseba tetap bertahan.

Meski kalah, pelatih Yahukimo Ahmad Rivai Arsyad mengaku puas, terlebih dengan usaha anak asuhnya di babak II. Rivai mengakui kekalahan anak asuhnya tak lepas dari rasa canggung.

“Seperti biasa saat mengawali sebuah turnamen atau kompetisi, masih ada rasa grogi. Itulah yang menimpa kami. Tapi, di babak II kami bangkit dan bermain lebih baik. Meski kalah, saya puas,” tandas Rivai.

Avib Subrakah, pelatih Perseba, mengaku senang. Kini, fokusnya tertuju pada laga berikut yang berlangsung Sabtu (30/6). Mereka menghadapi Persebo Bondowoso yang di laga sebelumnya ditahan imbang Perseka Kaimana.

“Kemenangan itu penting buat kami mengarungi 12 Besar Divisi I. Kini, kami fokus mengembalikan kebugaran pemain agar dapat bermain kembali maksimal pada laga berikutnya,” tegas Avib.

Susunan Pemain:

Perseba Bangkalan: 30-Joko; 2-Bagus, 23-Ichan, 22-Nuryasin (3-Abdul 66), 16-Adi, 7Firma, 10-Rahmat (11-Dhomas 64), 8-Ferry (6-Febri 81), 4-Sahrus, 19-Hasan, 18-Ripto
Pelatih: Avib Subarkah

Yahukimo FC: 20-Tony; 13-Jerfferson, 5-Apriyandi, 2-Festus, 21-Ottopo, 25-Paul, 24-Frengki, 19-Mario (23-Ahmad 51), 10-Alfian, 27-Musa (28-Rais 68), 29-Nataniel
Pelatih: Ahamd Rivai Arsyad

Hasil Laga Grup XX, Jumat (29/6):

Perseba 1-0 Yahukimo

sumber : sportiplus

Untuk menghindari polusi udara dan gas beracun yang dikeluarkan dari asap knalpot kendaraan roda empat, Badan Lingkungan hidup (BLH) Jawa Timur bekerjasama dengan Badan lingkungan (BLH) Bangkalan, Selasa (3/7/2012) melakukan uji emisi dan Ambien sumber bergerak di jalan akses Suramadu sisi Madura. “Kegiatan ini sebagai upaya pembelajaran dan pemahaman bagi masyarakat terhadap pentingnya kondisi udara yang bagus dan bersih yang kebanyakan disebabkan oleh asap kendaraan,” terang Hasanuddin Buchori, Kepala Badan Lingkungan Hidup kabupaten Bangkalan.

Sementara itu, Eko Alfianto salah satu petugas uji emisi mengatakan bahwa yang menjadi sample pada kegiatan tersebut sebanyak 200 kendaraan roda dua dan rata-rata dari kendaraan tersebut lulus semua dan ada sebagian yang tidak lulus.

“Kalau pembakarannya tidak sempurna maka gas yang dikeluarkan mobil itu menyebabkan mengandung racun yang dapat merugikan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Menurut Ekon, dalam uji eimsi tersebut ada dua parameter utama yang diukur pada gas buang dari knalpot kendaraan bermotor yaitu kadar karbon monoksida  dan hydrocarbon.

“Monoksida 1,5 persen dan hydrokarbon 1200 PPM, apabila kondisi kendaraan sudah mencapai itu, maka sudah harus dilakukan service secara rutin sehingga dapat menyeimbangkan pembakaran,” paparnya.

sumber : seruu

Industri batik di Bangkalan, Madura,  mulai kekurangan pembatik untuk produk kualitas premium. Generasi muda kurang berminat menjadi pembatik, karena memilih bekerja di sektor jasa dan perdagangan di Surabaya.

Hal ini diungkap pelaku usaha “Sabar Indah Batik” F. Insyaniyah (45) di Tanjungbumi, Bangkalan, Rabu (4/7/2012). Dia telah mengembangkan batik Madura corak Tanjungbumi dengan ciri khas hewan dan tumbuhan, antara lain burung, kupu-kupu, udang, daun bambu dan bunga melati, serta daun sirih dan bunga padi. Sejak tahun 2000, dia bersama menantunya Ira (24) terus mengembangkan corak baru ciri Tanjungbumi, termasuk pesanan ciri khas Madura atau corak lain.

Saat ini dia mempekerjakan sekitar 50 pembatik yang mampu memproduksi sekitar 300 lembar per bulan. Namun,  untuk batik premiun penegerjaannya agak sulit karena pewarnaan, terutama untuk batik gentongan yang memakai warna alam. “Untuk menyelesaikan selembar batik gentongan butuh waktu minimal 8 bulan, dan harga paling murah Rp 1 juta,” kata Insyaniah, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) binaan PT Jamsostek itu.

Hampir semua rumah di Tanjungbumi membuat batik minimal lima lembar sebulan. Kaum perempuan umumnya membatik untuk usaha sampingan. Batik Tanjungbumi biasanya dipasarkan ke Surabaya, Yogyakarta, Solo dan Jakarta. Dia juga memasarkan lewat online.

sumber : kompas

Delapan pelajar SMA dari Bangkalan, Madura. mengikuti “Indonesia-US Youth Leadership Exchange Program 2012″ atau program pertukaran kepemimpinan pemuda Indonesia-Amerika Serikat di AS, 10 Juni-8 Juli. Kedelapan pelajar dilepas Konsul Jenderal AS di Surabaya, Kristen F. Bauer, di Surabaya, Jumat (8/6) malam.

Mereka berangkat bersama empat pelajar Palangkaraya, empat pelajar Jakarta, seorang guru Bangkalan, dan seorang guru Palangkaraya. Ada pula dua pelajar yang sudah menjadi alumni dari program beasiswa kursus Bahasa Inggris, Acces Plus, yang dikoordinasikan Center for Civic Education Indonesia (CCE Indonesia).

Ke-16 pelajar dari Bangkalan, Palangkaraya, dan Jakarta itu merupakan peserta “Acces Plus” selama dua tahun.

“Kalian merupakan duta Indonesia di negara kami, karena itu carilah pengalaman positif untuk menjadi pengalaman yang dapat kalian bagian kepada teman-teman saat kembali ke Indonesia,” kata Kristen.

Kristen berharap, peserta IULX dan Acces Plus bisa melanjutkan studi S1 atau S2 ke AS. Siswanto, salah satu penerima Acces Plus, mengaku senang. Ini, kata siswa SMAN 4 Bangkalan itu, seperti mimpi.

“Saya tak menyangka akhirnya bisa ke AS, karena saya pernah mengikuti Acces, tapi gagal. Untung ada program Acces Plus untuk alumni seperti kami,” kata anak pensiunan tukang sapu itu.

Apalagi, dirinya merupakan salah seorang dari 110 peserta Acces Plus yang terpilih, padahal dirinya masuk dalam delapan peserta yang lolos seleksi dan harus menjalani wawancara hingga terpilih dua peserta, termasuk dirinya yang merupakan salah satu dari dua peserta terpilih itu.

“Selain bercerita banyak hal tentang Indonesia, saya juga membawa batik khas Madura dan pecut Madura yang akan saya presentasikan di sana, apalagi alumni Acces dari 16 negara akan bertemu di sana,” kata anak ketiga dari empat bersaudara itu.

Senada dengan itu, guru MA Al Hidayah, Jl KH Muh Thoha, Bangkalan, Ria Rossiana, yang terpilih mengikuti program IULX 2012 itu mengaku dirinya juga kaget sewaktu diberitahu lolos dalam program itu, karena banyak saingan untuk program itu.

“Saya kaget, tapi saya bersyukur, karena saya merasa saingan saya lebih baik, ternyata saya yang terpilih. Sebagai guru, saya di AS tidak hanya melakukan studi banding pendidikan, tapi saya juga akan membimbing siswa SMA asal Bangkalan yang ke sana,” katanya.

Koordinator program CCE Indonesia, Nidya Saraswati, menegaskan program IULX ada tiga tahap. Pertama pelajar Indonesia ke AS (10 Juni-8 Juli), tahap kedua adalah pelajar AS ke Indonesia (5-23 Juli), dan tahap ketiga adalah merencanakan proyek lingkungan hidup global (Juli-Desember).

“Di AS, ke-16 pelajar dan dua guru Indonesia akan melakukan studi lingkungan hidup di San Fransisco, tinggal bersama keluarga AS di Virginia, pelatihan kepemimpinan dalam kepemimpinan musim panas di Washington DC, sedangkan pelajar AS ke Indonesia akan melakukan kegiatan peduli lingkungan di Bangkalan, Palangkaraya, dan Jakarta,” katanya.

sumber : metrotv

Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup dari jalur Independent pada Pemilukada kabupaten Bangkalan, Madura, yang dilakukan oleh pasangan Ahmad Wahid Maktub (AWM) dan Mathur Husairi, Senin (2/7/2012) di kawal oleh kurang lebih 60 abang becak menuju kantor KPUD untuk menyerahkan berkas dukungan. Pasangan AWM dan Mathur Husairi tersebut merupakan pendaftar yang pertama dari jalur Independent sejak di buka mulai tanggal 25 Juni lalu oleh KPUD setempat.

Setelah tiba di kantor KPUD pasangan tersebut langsung di terima oleh ketua KPUD Fauzan Djakfar beserta 4 anggota lainnya di ruang pendaftaran dan penyerahan berkas dukungan dari jalur Indepenpent.

“Pasangan AWM dan Mathur ini merupakan pendaftar yang pertama dari jalur independen dan selanjutnya kami akan melakukan verifikasi bukti dukungan yang telah di serahkan ke kami,” ujar Tajul Anwar, ketua pokja pencalonan KPUD Bangkalan.

Kirab puluhan abang becak tersebut start dari kediam Ahmad Wahid Maktub di jalan KH. Moh. Tohan Kelurahan Pangeranan, kecamatan kota, dengan mendapat pengawalan dari petugas lalulitas polres Bangkalan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan selama perjalanan menuju KPUD.

sumber : seruu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.