Tag Archive: berita kriminal bangkalan


Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. pepatah itu agaknya cocok digambarkan terhadap, Ms (48), seorang buron 14 tahun.

Polres Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (17/6/2012), berhasil membekuk Ms (49), tersangka otak pembunuh tiga anggota Polwiltabes (kini Polrestabes) Surabaya. Warga Bangkalan, itu dibekuk di rumah istri mudanya di Blega, Bangkalan.

Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka dengan dua timah panas di kaki kiri dan kanannya karena berusaha melarikan diri dari kejaran petugas.

“Tersangka mencoba melarikan diri dan melawan anggota kami dengan celurit sehingga harus dilumpuhkan,” kata Kapolres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Endar Priyantoro.

Setelah berhasil melumpuhkan tersangka, polisi kemudian menggeledah rumah tersangka. Polisi berhasil menemukan tujuh lembar KTP milik Ms dan beberapa orang lain yang berasal dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Tersangka saat ini masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan. Ms ditetapkan sebagai tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO) pasca-penggerebekan oleh 10 anggota Polwiltabes Surabaya pada 1998.

Penggerebekan itu dilakukan karena Musa diduga terlibat dalam sindikat pencurian kendaraan bermotor sekaligus menjadi penadahnya. Saat polisi mendatangi rumah tersangka di Dusun Ombul, Desa Tellok, Kecamatan Blega, tersangka meneriaki polisi yang saat itu berpakaian preman sebagai ninja. Waktu itu memang sedang santer isu ninja melakukan serangkaian pembunuhan.

Ma kemudian lari sambil memberi tahu warga lainnya bahwa rumahnya diserang ninja. Sontak warga bergerak dan menghajar anggota kepolisian. Tiga polisi tewas dalam peristiwa itu.

Ms berhasil melarikan diri. Dia diduga kabur ke Kalimantan, kemudian ke Malaysia, sebelum akhirnya kembali ke Madura dan ditangkap di rumah istri mudanya.

Gembong curanmor dan provokator terbunuhnya tiga anggota Polwiltabes Surabaya tersebut, masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruang Tipiter Polres Bangkalan.

Tidak sembarang orang yang bisa masuk ke ruang tersebut. Di depan pintu ruangan, terdapat rulisan, “dilarang masuk kecuali pengawalan provost”.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Soegeng Prayitno mengatakan, Ms masih menjalani pemeriksaan. Pihaknya masih mendalami data-data kejadian pada 1998 lalu, yang membuat terbunuhnya tiga anggota Polwiltabes Surabaya.

“Kejadian itu sudah lama, 14 tahun, sehingga kami masih butuh data-data dari Polda Jatim, siapa saja pelaku-pelaku saa itu,” kata Soegeng, ditemui di kantornya, Senin (18/6/2012).

Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan, Kamis (19/4/2012) menangkap enam tersangka pelaku judi domino di Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah. Enam tersangka masing-masing Saruki, Safiul Rohman, Mansyur, Abdul Wahid, Fathurrosi dan Kun Solehan.

Dua dari enam tersangka, yakni Fathurrosi dan Kun Solehan, ditemukan membawa senjata tajam berupa celurit dan pistol soft gun. Keenam tersangka langsung ditangkap dan diamankan di Mapolres Bangkalan.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Soegeng Prijanto menjelaskan, penangkapan keenam tersangka karena warga setempat merasa resah dengan ulah mereka. Di desa lokasi penangkapan, sering terjadi tindak pidana pencurian hewan perliharaan dan motor warga. “Warga menduga, perjudian di desanya yang menjadi penyebab maraknya pencurian sehingga langsung kami tangkap para pelakunya,” terangnya.

Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya 1 buah soft gun, 1 celurit dan uang tunai Rp 736 ribu, kartu domino 71 biji dan 3 papan alas domino. “Yang kita tangkap baru pemainnya, sementara bandarnya berhasil lolos dari petugas,” tambahnya.

Akibat perbuatan tersebut, keenam tersangka terancam hukuman penjara 10 tahun berdasarkan pasal 303 KUHP tentang perjudian. Satu tersangka pemilik celurit, terkena pasal yakni pasal Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan tersangka pemilik soft gun hanya melanggar izin dari Polri.

sumber: kompas

Sebanyak empat anggota Polres Bangkalan, bakal disidang di Mapolres setempat, terkait kasus kaburnya tahanan narkoba, Soni Anwar (27), beberapa waktu lalu.

Keempat anggota polisi tersebut diduga telah lalai dan tidak disiplin dalam menjalankan tugas. Tersangka kabur ketika hendak mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

“Tersangka saat kabur juga dalam keadaan tangan tidak terborgol. Seharusnya, sebelum sidang dimulai tersangka masih dalam kondisi tangan diborgol,” kata Kanit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Disiplin (P3D) Polres Bangkalan, Ipda Hery, Sabtu (26/9).

Hery menjelaskan, kini pihaknya telah melakukan pemberkasan terhadap keempat anggota Polres yang saat itu melakukan penjagaan, karena diindikasikan tidak profesional dalam menjalankan tugas.

“Sehingga mengakibatkan seorang tahanan kasus narkoba kabur, yang hingga saat ini masih buron dan dalam pengejaran petugas,” ucapnya.

Menurut Hery, berkasnya sudah dikirim ke Polda Jatim supaya bulan depan persidangannya dapat digelar. Dalam sidang internal pelanggaran disiplin tersebut, bakal dilakukan di Mapolres Bangkalan.

“Wakapolres, Kompol Guritno, sebagai majelis hakim dan P3D sebagai penuntut umum untuk nama-nama dari keempat anggota Polres Bangkalan yang diduga tidak profesional saat menjalankan tugas belum bisa disebutkan,” ucapnya.

Hery menambahkan, adapun sanksi yang bakal mereka terima belum bisa dipastikan, bisa sanksi tertulis, juga berupa penundaan kenaikan pangkat. Pasalnya, keempat anggota polisi itu melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PPRI) Nomor 2 Tahun 2000.

“Kapolres (AKBP Aris Purnomo) juga mengimbau pada masyarakat bila tidak puas dengan pelayanan polisi bisa menghubungi 031-83305992 dan mengunjungi website: http://www.polres_bangkalan.co.id,”; paparnya.

Ia menjelaskan, masyarakat bisa datang langsung pada pos pelayanan pengaduan di Mapolres Bangkalan. Ia berharap, kasus seperti itu tidak terulang pada masa mendatang dan tahanan yang kabur bisa ditangkap lagi.

Seorang narapidana (napi) titipan di rumah tahanan (Rutan) Kabupaten Bangkalan kabur ketika hendak mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) setempat, Kamis (13/8) lalu.

Identitas narapidana yang kabur bernama Soni Anwar (27) warga Jalan Mayjend Sungkono, Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota Bangkalan. Tersangka terjerat kasus narkoba jenis sabu.

sumber : policewacth

Pergi Ke Masjid Malah Dibacok

Maksud hati menunaikan ibadah. Namun naas, bagi H Jasuli (65) warga Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan. Sekitar pukul 12.00 wib Jum’at (22/12/2011) dirinya telah menjadi korban pembacokan orang tak dikenal tepat di depan pasar tanah merah.

Kejadian tersebut bermula ketika H.Jasuli hendak menuju masjid An Namera guna menunaikan kewajibanya melaksanakan ibadah sholat Jum’at.

Akibat dari peristiwa tersebut, Jasuli yang merupakan bapak dari seorang Kepala Desa Tanah Merah Dajah, H Kaprawi (42) itu tersungkur dengan luka di kepala bagian kiri dan punggung. Korban langsung dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan sebelum dirujuk ke Surabaya. “Yang agak parah dan menghawatirkan, luka di bagian punggung. Lumayan dalam mas, tapi tidak sampai mengenai bagian dalam yang vital. Tapi guna bisa lebih mendapatkan perawatan yang lebih bagus, kami tetap rujuk ke Surabaya,” terang dr.Yulia petugas jaga UGD Syamrabu Bangkalan

Kejadian pembacokan, H. Jasuli ini, sontak menyita perhatian warga yang hendak pergi ke masjid. Apalagi, lokasi pembacokan tersebut hanya berjarak sekitar 10 meter dari kediaman korban. “Korban baru saja melangkah keluar dari rumahnya, tepat di depan pasar korban dibacok,” terang AKP.Iriyanto Kapolsek Tanah merah ketika di temui beritajatim.com.

Mantan Kapolsek Burneh yang belum genap satu minggu bertugas di Tanah Merah itu juga menambahkan, tragedi pembacokan terhadap H.Jasuli berlangsung sangat cepat. “Dugaan sementara korban dibacok dari arah belakang,” tandasnya. Setelah mendapat laporan warga, petugas langsung menuju lokasi kejadian yang berjarak tidak lebih dari 100 meter dari Mapolsek Tanah Merah. “Kami sempat melihat pelaku kabur dan mengejar ke arah barat, tapi gagal,” pungkasnya,

Hingga saat ini, latar belakang dari pembacokan terhadap H.Jasuli itu, belum diketahui. Petugas masih mengumpulkan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

sumber : berita jatim

Jajaran reskrim polres Bangkalan, Madura, Sabtu (26/11/2011) berhasil membekuk seorang pelaku spesialis jamret lintas daerah, setelah beraksi di jalan desa Janteh, kecamatan Kwanyar, Bangkalan, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa, sebuah pisau, kalung emas seberat 5 Gram dan sepeda motor korban. Adapun indentitas pelaku adalah, Moh. Arifin (38) warga dusun Cangkreng, desa Karang anyar, kecamatan Kwanyar, pelaku tersebut saat ini sudah mendakam dibalik jeruji mapolres Bangkalan untuk mempertangung jawabkan atas perbuatannya.

“Kronologis kejadian itu berawal korban datang dari pasar kwanyar dengan menaiki sepeda angin melintas di jalan desa Janteh lalu dipepet oleh tersangka dengan menggunakan sepeda motor, lalu di parkir dan menarik kalung korban,” terang AKP Soegeng Prajitno, Kasat Reskrim polres Bangkalan, Sabtu (26/11/2011).

Soegeng menjelaskan, korban spontan berteriak minta tolong dan warga sekitar keluar dengan mengejar pelaku, pelaku pun lari ke tangah sawah dan langsung  dihakimi massa hingga babak belur, beruntung petugas cepat datang ke lokasi dan mengamankan tersangka dari amukan massa serta sebuah pisau milik tersangka.

“Sepeda tersangka yang ditinggal lari oleh pelaku langsung dibakar oleh warga dan rencananya pelaku habis dihakimi juga akan dibakar, beruntung berhasil kami amankan,” ungkapnya.

Menurut Soegeng, aksi yang dilancarkan oleh tersangka merupakan yang ke tiga kalinya yang berhasil di ketahui oleh petugas, dimana yang pertama petugas berhasil membekuk dengan kasus yang sama pada tahun 2007 di TKP kawasan kecamatan kwanyar, tahun 2008 di Semampir Surabaya.

“Tersangka akan djerat dengan pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perampasan dan pencurian dengan kekerasan dengan kurungan lima tahun penjara,” pungkasnya.

sumber : seruu

Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan,  Kamis 15 September 2011 menangkap salah seorang anggotanya karena diduga mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

“Yang bersangkutan kami tangkap di kawasan Jalan Bayangkara, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Kota Bangkalan,” kata AKBP Kasero Manggolo, Kapolres Bangkalan .

Oknum polisi  berpangkat Brigadir itu kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Narkoba Polres Bangkalan. Petugas juga telah melakukan tes urine terhadap pelaku.

Kapolres AKBP Kasero Manggolo mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari hasil penyelidikan anggota polisi di lapangan. Saat itu polisi mendapat kabar bahwa ada sekelompok orang sedang memakai narkoba.

“Anggota kami mengamankan empat orang, yakni Jajak, Dadik, Totok dan Eko yang berada di lokasi kejadian. Salah satu dari keempat orang itu merupakan anggota Polri,” katanya menjelaskan.

Tidak hanya itu, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat dua gram.  “Jika terbukti memakai narkoba, maka akan tetap diproses sesuai dengan aturan. Kami tidak akan pandang itu anggota atau bukan. Untuk mengetahui hasil tes urine tiga hari lagi, nanti kami sampaikan hasilnya,” kata Kapolres.

Jika keempat orang itu memang terbukti secara hukum, maka petugas akan menjerat mereka dengan Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

sumber : surya

Istri Melerai Kena Bacok Juga

Pasangan suami istri (pasutri), Selamet (30) dan Maya (25), warga Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, menjadi korban penganiayaan berat, Minggu 4 September 2011

Akibatnya, Slamet yang penuh luka bacok, tewas. Sedang Maya yang hamil muda menderita bacok di tangannya. Dia yang sempat dirawat di RS Bangkalan, lalu dirujuk rumah sakit Surabaya.

Polisi belum bisa menduga apa penyebab kejadian ini. “Kami masih menyelidiki kasus ini. Perlu saksi dan barang bukti yang mendukung,” kata Kapolsek Kwnyar AKP Jaswadi.

Dia tidak bisa menerangkan motif kejadiian ini. Dari informasi yang diperoleh di pagi buta pasutri ini sedang tidur. Tiba-tiba didatangi orang yang diperkirakan lebih satu orang. Orang misterius itu langsung membacok Selamet beberapa kali.

Istrinya, Maya, mencoba melerai malah kena bacok tangannya. Dia berteriak meminta tolong, hingga warga desa geger. Pelaku kabur, sedang korban dilarikan ke RSUD Bangkalan. Naas Sugeng akhirnya tewas.

sumber : berita jatim

Tindak kriminalitas di sepanjang jembatan Suramadu hingga jalan akses sisi Madura pada arus mudik perlu diwaspadai pemudik dan petugas keamanan. Salah seorang pemudik Novan, warga Tembok Gede, Surabaya, bersama teman perempuannya Vita, warga Tambak Asri, Surabaya, menjadi korban perampokan disertai kekerasan.

Akibat perampokan cukup sadis ini, Novan menderita luka bacok di punggung dan mulutnya luka terkena bacok senjata tajam. Sepeda motor Supra Fit dan Vita dibawa kabur kawanan perampok.

Hingga Sabtu (27/8/2011) malam, sejak kejadian Jumat (26/8/2011) kemarin malam, polisi belum berhasil menemukan korban Vita dan menangkap pelaku kejahatan berjumlah dua orang.

“Hingga sekarang polisi masih menyelidiki kejadian itu. Korban wanita masih belum ditemukan, begitu pula pelakunya masih diburu,’’ kata Kapolsek Labang, AKP Parso.

Dari keterangan di lapangan, kemarin malam Novan dan Vita berboncengan naik sepeda motor dari Surabaya menuju Labang, Bangkalan. Tujuannya, Vita akan menyambangi keluarganya di Desa/Kecamatan Labang. Dengan sepeda motor, mereka lewat jembatan Suramadu.

Untuk menuju Desa Labang, keduanya memilih lewat di jalan sepi dan gelap, Desa Petapan. Usai menyusuri jalan akses Suramadu sepanjang 3 Km, di perempatan Desa Petapan, mereka berbelok ke jalan sepi.

Tanpa diduga, mereka dibuntuti dua penjahat mengendarai sepeda motor. Sekitar setengah meter dari jalan akses, mereka dicegat dua penjahat memegang celurit. Mereka meminta sepeda motornya diserahkan.

Namun Novan berusaha lari. Tanpa disangka, dia dibacok celurit dari arah belakang hinga luka. Dia tersungkur ke tanah, dan mulutnya luka karena membentur jalan raya.

Dua penjahat membawa kabur sepeda motor Novan dan dompetnya. Sialnya lagi, teman perempuannya, Vita, ikut dibawa kabur.

Novan dengan tubuh luka melapor ke pos polisi yang berada di perempatan jalan akses Desa Petapan. Korban diantar ke rumah sakit Bangkalan, untuk perawatan. Petugas Polsek Labang yang mendapatkan laporan, segera mengejar pelaku. Namun tidak ketahuan batang hidungnya.

sumber : berita jatim

Sudah seminggu kasus penembakan yang menewaskan Briptu Erik Setyowidodo, anggota Satlantas Polsek Labang Polres Bangkalan, terjadi. Namun hingga kini polisi masih menemui jalan buntu untuk mengungkap pelaku pembunuhan aparat penegak hukum ini.

Beberapa saksi yang dihadirkan tidak bisa membuka tabir penembak misterius ini. Termasuk motif asmara yang beredar di masyarakat, juga tidak bias dibuktikan.

“Belum terungkap siapa pelaku pembunuhan Briptu Erik. Polisi masih melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengungkap pelakunya,’’ kata Kapolres Bangkalan AKBP Kasero, Senin 8 Agustus 2011.

Seperti diberitakan Bripu Erik Setyowidodo tewas dengan dua luka tembak ditubuhnya. Mayat korban ditemukan di hutan Gigir Kecamatan Blega Bangkalan. Korban yang anggota Satlantas Polsek Labang ini, diduga dihabisi tiga orang.

Pada saat itu dia sedang menindak pelanggar lalu lintas di jalan akses jembatan Suramadu sisi Madura, tepatnya di Desa Petapan Kecamatan Labang. Tiba – tiba didatangi tiga orang, dua berseragam provost, dan satu berpakaian safari, mengendarai mobil. Selanjutnya korban hilang dan ditemukan tewas dengan luka tembak dan luka – luka dibagian mukanya.

Menurut Kapolres Kasero, polisi masih mendalami pemeriksaan dengan memeriksa lima orang saksi. Mereka orang yang diperkirakan mengetahui kejadian yang sempat menggegerkan warga di Jawa Timur ini. “Masih lima saksi yang diperiksa. Namun dari mereka belum bisa diungkap siapa pelakunya,’’ ungkapnya.

Disinggung ada dua orang yang diperiksa di Polda Jatim, Kasero membantahnya. “Wah ngarang aja. Tidak ada itu, yang jelas, hanya lima orang yang diperiksa di Polres Bangkalan,’’ tegasnya

sumber : berita jatim

Pembunuhan yang menewaskan Hory (42) pedagang sapi asal Desa Duwek Buter Kecamatan Kwanyar Bangkalan, hingga kini belum diketahui motifnya. Polisi masih melakukan penyelidikan siap pelaku dan apa dibalik pembunuhan di siang hari pada bulan ramadhan ini.

“Kejadian ini diduga korban pembunuhan, dengan melihat luka – luka di tubuhnya. Kami belum mengetahui apa motif dari kejadian ini. Petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan,’’ kata Kapolsek Kwanyar AKP Jaswadi, Sabtu 6 Agustus 2011  siang.

Hory ditemukan tewas di pinggir jalan Kampung Alas Kemarong, Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan. Tubuh korban penuh luka di bagian dada kiri, tangan, dan pipi.

Kapolsek Jaswadi mengatakan masih akan memintai keterangan pada saksi – saksi. Barang bukti yang diamankan polisi baru kendaraan sepeda motor milik korban.

“Hingga sekarang kami masih penyelidikan kasus ini. Tunggu saja, bila nanti sudah diketahui pelakunya,’’ ujarnya.

Dari keluarga korban belum didapat keterangan, karena masih berduka dengan kejadian yang menimpa Hory. Korban selama ini bekerja sebagai penjual sapi dan ternak lainnya. Hewan ini biasa dijual ke pasar, bila hari pasaran seperti saat kejadian tadi, dia akan menjual ternaknya ke pasar Tanah Merah, Bangkalan

sumber : berita Jatim

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.