Tag Archive: berita pembunuhan


Otak pelaku pembunuhan tiga anggota Polrestabes Surabaya, Musa (48) semakin jelas jeratan pasalnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik terdadap 7 saksi, pembunuhan yang dilakukan Musa masuk kategori pembunuhan berencana.

Dengan demikian, Musa bakal terjerat Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana. Untuk itu, pria yang punya nama lain Moh Hasan, alias Moh Husen ini terancam penjara seumur hidup atau hukuman mati.

“Dari hasil pemeriksaan, tujuh saksi sementara, baik dari pihak petugas dan warga, Musa terbukti menjadi otak pembunuhan yang tergolong pembunuhan berencana. Ya pasalnya jelas 340. Sebab, dia yang merencanakan semuanya mulai dari eksekutor sampai terjadi pembunuhan,” terang Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro kepada wartawan, Senin (2/7/2012).

Namun, Endar tidak bisa memastikan apakah Musa hanya akan dijerat dengan satu pasal itu. Sebab hingga saat ini, proses penyidikan masih terus dilakukan pengembangan. Begitu juga, Endar tidak bisa memberi jaminan, pasal yang dijeratkan dari kepolisian akan tembus hingga vonisnya. “Terkena hukuman tersebut atau tidak, itu semua bergantung hasil persidangan nanti,” tegasnya.

Sementara terkait dengan, senpi milik tersangka yang digunakan untuk menghabisi korban, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum mampu menemukannya. Sehingga, barang bukti yang disita darinya, tetap hanya sajam berupa sebilah pisau dan kartu identitas, yaitu 5 Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan nama dan alamat berbeda serta satu lembar SIM A.

Sekadar diketahui, semenjak 14 tahun silam, Musa warga Desa Tellok, Kecamatan Galis kabupaten Bangkalan Madura ini, telah menjadi buron pembunuhan 3 anggota Polwiltabes (kini Polrestabes) Surabaya akhirnya berhasil diringkus Minggu (17/6/2012) lalu. Musa berhasil ditangkap anggota Opsnal Resmob Polres Bangkalan di rumah Khotimah, istri mudanya di Desa Karpote, Kecamatan Blega Bangkalan.

Tak hanya itu, Musa juga diduga terlibat kasus penadahan curanmor pada 1998 silam. Selain itu, dia dipastikan sebagai provokator pembantaian 3 oknum Polwiltabes Surabaya saat hendak menciduknya pada bulan November 1998 silam. Ketiga polisi tewas setelah diteriaki ninja oleh Musa melalui pengeras suara. Isu ninja sendiri ketika itu sangat sensitif menyusul banyaknya kabar pembunuhan kiai oleh ninja.

sumber : beritajatim

Tiga tahun menjadi daftar pencarian orang (DPO), Abdul Rosyid (38), warga desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan,  akhirnya berhasil ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan, Kamis (24/5/2012).

Penangkapan Rosyid dilakukan polisi di rumah isterinya di desa Batu Gubang, Kecamatan Geger, Bangkalan, Madura. Ia sempat mencoba bersembunyi di balik spring bed sebelum dibekuk.

“Saat digeledah di rumahnya, anggota nyaris kehilangan jejak. Namun karena kejelian anggota, tersangka bersembunyi di dalam spring bed dengan cara dilubangi dari bawah,” ungkap AKP Soegeng Prajitno, Kasat Reskrim Polres Bangkalan.

Soegeng menambahkan, tersangka sempat melarikan diri ke Kalimantan setelah kejadian pembunuhan. Selama di Kalimantan, tersangka terus menjadi buronan polisi setempat selama dua tahun. Ia tidak juga menyerahkan diri.

“Lama tidak menyerahkan diri, tersangka dikabarkan pulang kampung dan kami tangkap hari ini,” tambahnya.

Setelah ditangkap, tersangka langsung digiring ke Mapolres Bangkalan. Di rumah tersangka ditemukan beberapa senjata tajam seperti pisau, satu buah parang bujur, dan satu senjata api rakitan laras panjang.

Rosyid menjadi tersangka pembunuhan terahadap Syamsul (45) paman iparnya sendiri pada Agustus 2009 lalu.

Di hadapan penyidik, tersangka membunuh pamannya karena persoalan pembagian harta yang tidak adil.

“Tersangka menerima pembagian tanah lebih sedikit dari paman iparnya. Menurut tersangka, korban seharusnya tidak kebagian harta karena bibi tersangka sudah meninggal,” ungkap Soegeng.

Tersangka terancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan disengaja dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

sumber: kompas

Pembunuhan Bermotif Asmara

Lagi-lagi kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bangkalan. Kali ini, gara-gara rencana pernikahannya tidak direstui, Abdul Karim – warga desa Galis, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, tega menghabiskan nyawa paman tunangannya.

Kapolsek Galis Iptu Boro Suprijanto menuturkan, Husen (35) warga Desa Galis, kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, tewas setelah ditebas senjata tajam oleh Abdul Karim (21) warga setempat. Korban tewas di tempat kejadian perkara di pekarangan rumahnya.

“Motif itu gara-gara cinta tersangka bersama ponakan korban tak direstui, korban mengalami luka serius di bagian punggung, di bawah leher dan telinga, sehingga korban langsung tewas dalam perjalan ke puskesmas karena kehabisan darah,” ungkapnya, Kamis (9/2).

Kasus tersebut, menurut Boro, bermula cekcok mulut gara-gara tersangka tidak direstui oleh korban untuk menikahi keponakannya yang saat ini sudah berstatus tunangan.

“Saat itu juga kami langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka dan berhasil dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan, dan langsung digiring ke Mapolsek untuk dilakukan penahanan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka Abdul Karim, semula dirinya berniat bersilaturrahmi ke rumah paman tunangannya. Namun, setelah tiba di rumah tunangannya dia langsung disuguhi sebuah parang bujur ke hadapannya.

“Langsung saya menepisnya dengan mengambil parang bujur itu, kemudian langsung saya tebaskan ke korban sebanyak dua kali,” ungkapnya.

sumber : rri

Nahas menimpa Jahri (40) warga desa Paseseh, kecamata Tanjung bumi, Bangkalan. Tewas terkena bacok oleh Samhudi (22) warga desa Paseseh, kecamatan setempat, dengan menggunakan celurit hanya karena korban menegor tersangka yang sedang main trek-trekan motornya.

Informasi yang diperoleh di lapangan, saat kejadian korban mengendarai sepeda motor berboncengan dengan istrinya pulang dari pelabuhan menuju rumahnya. Setelah sampai ditengah perjalanan korban di hadang oleh dua orang dan di bacok dengan menggunakan celurit. Setelah membacok korban, pelaku langsung melarikan diri.

Korban langsung meninggal dunia di tempat kejadian dengan luka sobek perut kiri dan kanan, dua luka sobek lengan kiri dan luka sobek dada
sebelah kiri. Sementara istrinya menjerit dan warga langsung mengerumuni korban dan melaporkan kejadian tersebut ke polsek tanjung bumi.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat kami langsung mendatangi TKP, dengan mengamankan barang bukti berupa satu pasang sandal jepet dan celurit yang berlumuran darah,” terang AKP Abd Kholik, kapolsek Tanjung Bumi, Bangkalan, Selasa (17/1/2012).

Kholik menjelaskan, korban langsung di bawa ke rumah sakit untuk keperluan di visum. Sedangkan pelakunya langsung di tangkap di rumahnya dengan tanpa perlawanan.

“Kasus pembacokan itu di picu karena korban menegor pelaku saat melakukan trek-trekan sepeda motor terasangka masih dalam tahap pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara data yang berhasil di himpun di lapangan, bahwa korban mengatakan kata-kata yang tidak wajar kepada tersangka. Sehingga tersangka ahirnya pulang ke rumahnya dan mengambil celurit. Setelah itu terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban.

sumber : seruu

Aiptu Sunarto dan anaknya Arif Wahyu Budi Setiawan, tersangka kasus pembunuhan Briptu Eriek Setyo Widodo, anggota Lalu Lintas (Lantas) Polsek Sukolilo Kabupaten Bangkalan, akhirnya dijerat dengan tiga pasal sekaligus.

Tiga pasal tersebut adalah pasal 338 yakni pembunuhan (ancaman hukuman 15 tahun), pasal 340 yaitu pembunuhan berencana (20 tahun), dan pasal 354 yaitu penganiayaan berat (10). Penambahan pasal tersebut dilakukan setelah pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim memberikan petunjuk ke penyidik Polda Jatim.

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Agus Tri Handoko membenarkan hal ini. “Sesuai dengan petunjuk jaksa peneliti, Aiptu Sunarto dan anaknya dijerat dengan pasal berlapis,” katanya, Minggu (15/1). Saat ditanya terkait posisi berkas perkara kasus ini, Agus mengaku masih akan meneliti ulang.

Penerapan pasal pembunuhan berencana ini, karena Aiptu Sunarto dan Arif Wahyu Budi Setiawan dianggap memiliki celah untuk merencanakan pembunuhan tersebut. Hal ini, dilihat dari adanya tenggang waktu saat tersangka melakukan penyitaan terhadap pistol korban.

Agus juga menjelaskan, motif pembunuhan Briptu Eriek Setyo Widodo adalah pemerasan. Motif itu terungkap, setelah pembunuh yang juga anggota Polsek Pabean Cantikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Aiptu Sunarto tertangkap. Diketahui, Aiptu Sunarto sering beroperasi anggota lalu lintas yang menilang kendaraan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Briptu Eriek Setyo Widodo ditemukan tewas dengan kondisi telanjang dan luka memar di dahi serta dua luka tembak awal Agustus 2011 lalu di pegunungan Geger Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan.

sumber : surabayapost

Kasus pembunuhan seorang anggota polisi di Bangkalan, direka ulang. Pelaku utamanya yang juga seorang anggota polisi, bapak dan anak mengaku sebagai anggota Propam Polda Jatim. Tujuannya untuk memeras korban.

Pelaku pembunuhan Aiptu Sunarto dan anaknya Arif Wahyu mencegat korban Briptu Erik Setyo Widodo. Ketika itu, korban baru saja menindak pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Saat bertemu korban, Sunarto dan anaknya meminta tanda kartu keanggotaan polisi serta pistol Erik. Korban Briptu Erik menolak hingga pelaku marah dan menembak Erik hingga tewas.

Terungkapnya kasus pembunuhan ini bermula dari pelanggaran yang dilakukan tersangka saat mencegat mobil pengangkut uang di wilayah lain, yang bukan merupakan wilayah kerjanya di Polsek Cantian Pabean Surabaya.

Setelah dilaporkan ke Propam Polda Jatim, rumah tersangka segera digeledah. Dalam penggeledahan tersebut ditemukan pistol milik Briptu Erik dan juga mobil bernomor polisi D 33 WA yang dipakai mencegat korban di jalan akses Suramadu, 1 Agustus silam.

sumber : liputan6

Polda Jatim mengakui jika sudah menangkap dua pembunuh anggota Satlantas Polsek Sukolilo, Bangkalan, Briptu Erik Setyo Widodo. Berbagai barang bukti diantaranya senjata api milik korban juga diamankan.

Kedua pelaku yang diamankan yakni berinisial SN anggota Polsek Pabean Cantikan dan BS anaknya. “Memang betul pelaku pembunuhan Briptu Erik sudah tertangkap,” kata Kombes Pol Rahmat Mulyana dalam pesan singkat yang diterima Minggu (11/12/2011).

Kabid Humas Polda Jatim ini menambahkan, jika dalam mengeksekusi korban dilakukan bersama anak kandung. Dari penangkapan bapak dan anak, petugas mengamankan berbagai barang bukti, yakni mobil Toyota Avanza D 333 WA, senjata api milik korban termasuk amunisinya.

“Selain itu, kita juga amankan sebuah tasbih yang terdapat darah yang diduga milik korban,” katanya.

Kini keduanya, kata Rahmat sedang menjalani pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim.

“Untuk mengetahui motif dan kronologisnya seperti apa, keduanya sedang menjalani ofensif,” pungkasnya.

sumber : detik

Anggota Resmob Polda Jawa Timur di Bangkalan berhasil membekuk pembunuh pedagang emas.

Tersangkanya adalah Lailatul Rohmah (33) warga Dusun Krajan, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
lailatul telah membunuh Djumaiyah alias Lestari tetangganya sendiri, Jumat 30 September lalu.

Tim resmob yang dipimpin langsung AKBP Iskandar kanitnya berhasil menangkap tersangka di Kamal, Bangkalan sabtu 1 oktober 2011.

Menurut Kombes Polisi Rahmat Mulyana Kabid Humas Polda Jawa Timur, diawali kedatangan korban ke rumah tersangka dan terjadilah adu mulut.
Tidak lama kemudian mereka saling serang.

“Tersangka mengambil palu milik korban dan dipukulkan ke kepala korban. Korban melawan dengan menggunakan pisau,” kata Kabid Humas, Seni 3 oktober 2011.

Karena yang dihadapinya lebih muda dan bertenaga, Djumaiyah kalah dalam rebutan pisau yang dipegangnya. Setelah menguasai pisau, Lailatul Rohmah menusukkan pisau ke leher korban. Agar tidak bersuara menarik perhatian tetangga, saat menghabisi korban, tersangka menyumpal mulut korban dengan celana dalam anak korban.

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka langsung melarikan diri ke Madura. Mendapat informasi dari Polres Banyuwangi, Polda Jawa Timur lewat Subdit IV/Resmob memburunya sampai ke Bangkalan.

Polisi masih mendalami motif lain di balik pembunuhan terkait dengan profesi korban sebagai pedagang emas.

sumber: tribunnews

Sudah seminggu kasus penembakan yang menewaskan Briptu Erik Setyowidodo, anggota Satlantas Polsek Labang Polres Bangkalan, terjadi. Namun hingga kini polisi masih menemui jalan buntu untuk mengungkap pelaku pembunuhan aparat penegak hukum ini.

Beberapa saksi yang dihadirkan tidak bisa membuka tabir penembak misterius ini. Termasuk motif asmara yang beredar di masyarakat, juga tidak bias dibuktikan.

“Belum terungkap siapa pelaku pembunuhan Briptu Erik. Polisi masih melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengungkap pelakunya,’’ kata Kapolres Bangkalan AKBP Kasero, Senin 8 Agustus 2011.

Seperti diberitakan Bripu Erik Setyowidodo tewas dengan dua luka tembak ditubuhnya. Mayat korban ditemukan di hutan Gigir Kecamatan Blega Bangkalan. Korban yang anggota Satlantas Polsek Labang ini, diduga dihabisi tiga orang.

Pada saat itu dia sedang menindak pelanggar lalu lintas di jalan akses jembatan Suramadu sisi Madura, tepatnya di Desa Petapan Kecamatan Labang. Tiba – tiba didatangi tiga orang, dua berseragam provost, dan satu berpakaian safari, mengendarai mobil. Selanjutnya korban hilang dan ditemukan tewas dengan luka tembak dan luka – luka dibagian mukanya.

Menurut Kapolres Kasero, polisi masih mendalami pemeriksaan dengan memeriksa lima orang saksi. Mereka orang yang diperkirakan mengetahui kejadian yang sempat menggegerkan warga di Jawa Timur ini. “Masih lima saksi yang diperiksa. Namun dari mereka belum bisa diungkap siapa pelakunya,’’ ungkapnya.

Disinggung ada dua orang yang diperiksa di Polda Jatim, Kasero membantahnya. “Wah ngarang aja. Tidak ada itu, yang jelas, hanya lima orang yang diperiksa di Polres Bangkalan,’’ tegasnya

sumber : berita jatim

Pembunuhan yang menewaskan Hory (42) pedagang sapi asal Desa Duwek Buter Kecamatan Kwanyar Bangkalan, hingga kini belum diketahui motifnya. Polisi masih melakukan penyelidikan siap pelaku dan apa dibalik pembunuhan di siang hari pada bulan ramadhan ini.

“Kejadian ini diduga korban pembunuhan, dengan melihat luka – luka di tubuhnya. Kami belum mengetahui apa motif dari kejadian ini. Petugas di lapangan masih melakukan penyelidikan,’’ kata Kapolsek Kwanyar AKP Jaswadi, Sabtu 6 Agustus 2011  siang.

Hory ditemukan tewas di pinggir jalan Kampung Alas Kemarong, Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan. Tubuh korban penuh luka di bagian dada kiri, tangan, dan pipi.

Kapolsek Jaswadi mengatakan masih akan memintai keterangan pada saksi – saksi. Barang bukti yang diamankan polisi baru kendaraan sepeda motor milik korban.

“Hingga sekarang kami masih penyelidikan kasus ini. Tunggu saja, bila nanti sudah diketahui pelakunya,’’ ujarnya.

Dari keluarga korban belum didapat keterangan, karena masih berduka dengan kejadian yang menimpa Hory. Korban selama ini bekerja sebagai penjual sapi dan ternak lainnya. Hewan ini biasa dijual ke pasar, bila hari pasaran seperti saat kejadian tadi, dia akan menjual ternaknya ke pasar Tanah Merah, Bangkalan

sumber : berita Jatim

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.