Musim kemarau kali ini membuat sebagian warga di Kabupaten Bangkalan, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sejak dua bulan lalu, warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk minum dan keperluan sehari-hari. Untuk mendapatkan air bersih, warga terpaksa membeli air bersih ke Kecamatan Sepulu, yang berjarak sekitar 15 kilometer.

“Setiap jerigen isi 10 liter air bersih harganya dipatok Rp 2.000. Dan setiap hari saya membutuhkan air bersih dua jerigen,” kata Sahlan, seorang warga Banyoning Utara, Kecamatan Geger, Bangkalan, Sabtu 10 September 2011.

Menurut Sahlan, setiap musim kemarau dirinya bersama warga yang lain merasa resah. Sebab, sumber mata air yang ada di sumur mulai susut. Banyak sumur warga yang mengalami kekeringan sehingga membuat mereka bingung.

“Air yang dibeli itu hanya untuk memasak dan minum. Sedangkan untuk kebutuhan mencuci dan mandi, kami memanfaatkan air yang ada di bendungan. Namun, kondisi airnya mulai keruh karena sudah lama,” ungkapnya.

Kepala Desa Banyoning Utara, Hadiri membenarkan kondisi tersebut. Hadiri menyatakan, saat ini warganya kesulitan mendapatkan air bersih, sebab sumur milik warga banyak yang kering.

“Sedangkan kondisi air yang ada di bendungan juga tidak layak untuk mandi karena sudah keruh. Warga terpaksa mandi di sana karena tidak ada air lagi. Jika ini terus dilakukan, kami khawatir akan berdampak negatif pada kesehatan warga,” ujarnya.

sumber : jurnal berita