Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Bangkalan, menyatakan persediaan pangan di wilayah itu aman meski memasuki kemarau. “Bahkan untuk 2011 ini persediaan pangan untuk jenis beras mengalami surplus 68.494 ton,” kata Kepala BKP dan Pelaksana Penyuluhan Puguh Santoso, Senin. Puguh menjelaskan, Kabupaten Bangkalan mengalami surplus beras sejak tahun 2008 silam. Dimana saat itu Bangkalan mengalami surplus sebanyak 16 ribu ton. Kemudian pada tahun berikutnya mengalami surplus 22 ribu ton. “Lalu pada tahun 2010 kemarin, Bangkalan mengalami surplus beras sebesar 23 ribu ton. Setiap tahun Bangkalan selalu mengalami surplus beras. Jadi, kami pastikan stok pangan disini aman meski musim kemarau,” ungkapnya. Menurut Puguh, luas areal tanaman padi di lima kecamatan meliputi Kamal, Socah, Burneh, Modung dan Kwanyar masih bisa ditanami walaupun musim kemarau. Pihaknya menggunakan sumber air yang berasal dari sumur bor dan sumber pocong. “Untuk mengantisipasi terjadi kemarau panjang, kami memaksimalkan sumber air yang ada dan mengaktifkan kembali sumur kering dengan cara dilakukan pengerukan lagi, serta akan menggalakan pembangunan embung yang dinilai rawan kekeringan,” ucapnya. Selain itu, sambung Puguh, pihaknya juga akan selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) dan gudang Bulog. Supaya keberadaan dan ketersediaan pangan di Bangkalan tidak sampai terjadi kerawanan pangan. Puguh menjelaskan, masyarakat Bangkalan khususnya di daerah perdesaan juga masih biasa menyimpang hasil panen mereka pada musim panen, baik berupa jagung, ataupun beras. “Hasil survei yang kami lakukan, persediaan pangan di rumah-rumah warga itu masih banyak. Jadi tidak menghawatirkan,” katanya menjelaskan.

sumber : berita daerah