Seorang wanita mengaku payudaranya diremas-remas oleh petugas kesehatan yang melakukan rontgen terhadap dirinya. Selain itu bagian lain tubuhnya juga digerayangi. Suaminya naik pitam. Akibatnya, petugas laboratorium klinik Kimia Farma, yang terletak di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kota Bangkalan, babak belur dihajar oleh keluarga pasien, Selasa sore 18 Oktober 2011. Petugas kesehatan itu bernama Basori, 35, asal Kota Bangkalan. Dia mengalami luka yang cukup parah, tepat di bagian pelipis kiri robek, mulut berdarah, mata bagian kanan lebam. Kini, korban sedang menjalani proses pemeriksaan di Polres setempat. Ia dipukuli oleh Hendra, 30, warga asal Kota Bangkalan, yang tidak lain merupakan suami wanita berusia 29, yang sebelumnya melaksanakan rontgen dengan keluhan menderita penyakit paru-paru. Hendra bercerita, kejadian bermula saat dia mengantar istrinya menjalani rontgen di klinik tersebut. Tidak seperti biasanya, rontgen berlangsung hingga beberapa jam lamanya. Praktis, lamanya proses tersebut membuatnya berinisiatif untuk masuk ke ruangan, mempertanyakan kenapa rontgen sampai terlalu lama. “Saat saya tanya kenapak kok lama. Dia (Basori) malah marah-marah, membentak saya dan suruh menunggu di luar dulu,” ujarnya. Setelah pelaksanaan roentgen, istrinya bercerita kepada ibu mertuanya bahwa ia mengaku dipegang, digerayangi di bagian dada dan payudara diremas-remas, saat pelaksaan rontgen berlangsung beberapa jam. Mendengar cerita dari ibu mertuanya, membuat Hendra naik pitam dan langsung melabrak korban yang masih berada di klinik Kimia Farma. Tanpa ba bi bu, pelaku langsung melayangkan bogem mentah, hingga mendarat ke beberapa bagian wajah dan tubuh korban. “Ya langsung saya hajar, karena sudah emosi setelah mendengar payudara istri saya digerai,” tukas Hendra. Pemukulan tersebut tidak berlangsung lama. Keduanya dilerai oleh petugas keamaan klinik dan dibantu oleh warga. Selang beberapa menit kemudian, petugas kepolisian yang datang ke lokasi, langsung mengamankan Basori karena takut dimassa oleh pihak korban yang diduga jadi tindak korban asusila. Kasat reskrim Polres Bangkalan, AKP Soegeng, membenarkan adanya kasus tersebut. Dia belum berani memberika keterangan lebih lengkap, karena pihak yang dianiayai hingga babak belum masih menjalani pemeriksaan, di salah satu unit reskrim setempat. “Dugaan sementara memang dipicu oleh adanya tindak asusila. Cuma, saya masih menunggu hasil pemeriksaan dulu, baru akan tahu duduk permasalahan yang benar,” urainya. Sementara itu, Basori, saat dihadapan penyidik Polres Bangkalan, menyatakan bahwa dirinya memeriksa di bagian dada. Sebab, sesuai dengan rekam medik yang dikeluarkan oleh klinik, pasien yang bersangkutan menderita dan mengalami penyakit paru-paru. Ditanya apakah membuka dan menggerayangi bagian payudara, dia membantah apa yang dituduhkan oleh pasien. “Kalau bagian dada memang kami lakukan, karena di bagian itulah yang harus dirontgen,” ucapnya.

sumber : berita2