Duet Anang dan Ashanti pada Sabtu malam tampil menghibur masyarakat Bangkalan, dalam final pemilihan kacong dan jebbhing.

Di Bangkalan, kacong merupakan sebutan bagi remaja putra dan jebbhing adalah remaja putri, atau dengan kata lain putra dan putri Bangkalan. Pemilihan kacong dan jebbhing serupa dengan kalau yang di Jakarta disebut pemilihan abang dan none.

“Kami sengaja mengundang duat penyanyi Anang dan Ashanti ini agar menjadi pendorong bagi kacong dan jebbhing terpilih ini, bisa memiliki kemampuan seperti mereka,” kata Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron di Bangkalan, Sabtu malam.

Kacong merupakan sebutan bagi pemuda di kalangan masyarakat Madura, sedangkan Jebbhing bagi remaja putri.

Penampilan Anang-Ashanti pada malam grand final pemilihan kacong-jebbhing (Kajeb) Bangkalan 2011 yang berlangsung di GOR Sultan Abdul Kadirun (SAKA), mampu membius ribuan penonton.

Mereka tampak asyik melihat pasangan Anang-Ashanti menyanyikan lagu- lagu duetnya yang lagi hit. Tak jarang, para penonton yang mengabadikan memanfaatkan kamera ponsel untuk mengabadikan aksi dua penyanyi itu.

Pasangan duet Anang-Ashanti tersebut menghibur masyarakat Bangkalan selama satu jam saat acara pemilihan duta wisata sedang istirahat. Mereka membawakan lagu yang sedang populer seperti Jodohku dan Menentukan Hati.

Puas menghibur para penonton yang lagi menggandrunginya, pasangan Anang-Ashanti langsung balik ke Jakarta. Kemudian acara pemilihan Kajeb 2011 dilanjutkan kembali untuk menentukan pemenang.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Bangkalan, Widjaya Krisna, mengatakan, ada 20 pasang peserta baik di tingkat senior dan unior yang berlaga pada malam grand final pemilihan duta wisata, kacong – jebbhing.

“Setelah melalui tes tulis, talenta dan storytelling terjaring 20 pasang kacong dan jebbing baik di kategori senior dan unior. Sementara 337 peserta lainnya terileminasi dalam pemilihan kajeb 2011,” terang Krisna.

Krisna menjelaskan, penilaian yang diberikan pada masing-masing pasangan Kajeb senior meliputi opini kebudayaan dan pariwisata dengan nilai 40 persen, keserasian berbusana dengan poin 20 persen dan tata rias dengan nilai 20 persen.

“Serta kepercayaan diri dengan nilai 20 persen. Kemudian penilaian yang tak kalah penting adalah ajakan promosi wisata dengan durasi 1 menit dalam grand final,” ungkapnya.

Hingga sekitar pukul 23.30 WIB, proses pemilihan duta wisata Bangkalan masih berlangsung sengit. Para finalis tampak beradu pintar dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh juri di atas panggung.

sumber : antara news