Kekerasan dalam dunia pendidikan sepertinya tidak pernah berhenti, kendati sudah banyak mendapat protes dan sorotan dari wali murid maupun dari kalangan lembaga pemerhati pendidikan masih saja kekerasan dalam pendidikan seperti yang dilakukan oleh seorang guru pada muridnya.

Salah satunya, yang dilakukan oleh guru biologi SMU negeri empat Bangkalan, Muhammad Mahrus guru biologi yang satu ini tanpa alasan yang jelas telah memukul Mudhewi yang tak lain adalah muridnya sendiri saat upacara bendera berlangsung.beberapa watu yang lalu.

“Pada saat itu kan upacara pak, ada teman saya yang menempel kesaya, lalu saya pindah tempat, tau- tau ada guru yang menghampiri saya, tanpa nanyak lebih dulu langsung aja pipi saya di pukul, padahal saya tidak merasa melakukan kesalahan,” ujarnya

Kejadian tersebut langsung dilaporkan oleh Mudhewi kepada kepala sekolah, namun setelah ditunggu beberapa lama, kayaknya tidak ada tanggapan dari pihak sekolah, bahkan sepertinya ada semacam pembiaran pada kasus ini.

Merasa tuntutanya tidak dihirukan.Akhirnya Mudhewi dan teman-temannya yang lain, Kamis (24/11/2011) melakukan aksi protes dihalaman gedung sekolah. mereka menuntut pihak sekolah untuk memberi sanksi pada guru yang ringan tangan tersebut.

“Pokoknya saya minta pada ibu kepala sekolah agar memberi sanksi pada pak Mahrus, minimal minta maaf secara terbuka dihadapan teman-teman, karena saya malu dipukul didepan umum kayak gitu, saya juga punya harga diri,” ungkap Mudhawi.

Sementara itu kepala dinas pendidikan kabupaten Bangkalan, Muhammad muhni di konfirmasi mengatakan, bahwa dinas pendidikan Bangkalan akan segera memanggil pihak terkait, baik kepala sekolah, korban, maupun guru biologi tersebut, untuk dimintai keterangan. “Secepatnya kita akan memanggil ketiga pihak ini untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, kalau memang guru tersebut tempramen dan benar benar bersalah, kita akan tegas memberikan sanksi,”pungkasnya

sumber : berita jatim