Memasuki masa musim tanam tahun ini, para kalangan petani di beberapa kecamatan di kabupaten Bangkalan, Madura, satu bulan terakhir kesulitan mendapatkan pupuk bersubsisi SP 36. Bahkan, meski ada harganya sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni melampaui dari harga eceran tertinggi (HET).

Sejak satu bulan terakhir kelompok tani kami tidak dapat jatah pupuk bersubsidi SP 36, di mana di pengecer maupun di tingkat distributor tidak ada pengiriman, sehingga petani saat ini sudah mulai resah,terang Mahfud Arifin, ketua kelompok tani Melati Indah, kecamatan Geger, Bangkalan. Senin (28/11/2011).

Mahfud menjelaskan, setelah pihaknya melalukan pengecekan di beberapa kelompok tani di kecamtan lain juga mengalami hal yang sama, dimana pupuk SP 36 sebagai pupuk dasar untuk bercocok tanam tersebut sudah langka.

Untuk saat ini para petani sangat membutuhkan pupuk SP 36 karena sebagai pupuk dasar untuk ber cocok tanam, sementara meski ada di pasaran sangat mahal, dimana per 50 kilogramnya mencapai harga 150 ribu dimana harga HETnya hanya 100 ribu,terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Agribisnis Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bangkalan, A. Fanani, saat di konfirmasi terkait adanya kelangkaan pupuk SP 36 di kalangan pengecer dan distributor, yang bersangkutan sedang tidak ada di ruang kerjanya.

sumber : berita baru