Aiptu Sunarto dan anaknya Arif Wahyu Budi Setiawan, tersangka kasus pembunuhan Briptu Eriek Setyo Widodo, anggota Lalu Lintas (Lantas) Polsek Sukolilo Kabupaten Bangkalan, akhirnya dijerat dengan tiga pasal sekaligus.

Tiga pasal tersebut adalah pasal 338 yakni pembunuhan (ancaman hukuman 15 tahun), pasal 340 yaitu pembunuhan berencana (20 tahun), dan pasal 354 yaitu penganiayaan berat (10). Penambahan pasal tersebut dilakukan setelah pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim memberikan petunjuk ke penyidik Polda Jatim.

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Agus Tri Handoko membenarkan hal ini. “Sesuai dengan petunjuk jaksa peneliti, Aiptu Sunarto dan anaknya dijerat dengan pasal berlapis,” katanya, Minggu (15/1). Saat ditanya terkait posisi berkas perkara kasus ini, Agus mengaku masih akan meneliti ulang.

Penerapan pasal pembunuhan berencana ini, karena Aiptu Sunarto dan Arif Wahyu Budi Setiawan dianggap memiliki celah untuk merencanakan pembunuhan tersebut. Hal ini, dilihat dari adanya tenggang waktu saat tersangka melakukan penyitaan terhadap pistol korban.

Agus juga menjelaskan, motif pembunuhan Briptu Eriek Setyo Widodo adalah pemerasan. Motif itu terungkap, setelah pembunuh yang juga anggota Polsek Pabean Cantikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Aiptu Sunarto tertangkap. Diketahui, Aiptu Sunarto sering beroperasi anggota lalu lintas yang menilang kendaraan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Briptu Eriek Setyo Widodo ditemukan tewas dengan kondisi telanjang dan luka memar di dahi serta dua luka tembak awal Agustus 2011 lalu di pegunungan Geger Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan.

sumber : surabayapost