Mengkhawatirkan! Keberadaan jembatan terpanjang dan termewah di Indonesia Suramadu ternyata tidak dibarengi Penerangan Jalan Umum (PJU) dan rambu lalu lintas yang maksimal. Sejak pembukaan 10 Juni 2009 lalu, sekitar sembilan  kilometer (km) jalan menuju/dari Suramadu baik sisi Bangkalan dan Surabaya masih minim penerangan.

Kepala Gerbang Tol Suramadu, Suhariyono membenarkan jika PJU akses ke Suramadu masih minim. Jarak antara Kenjeran (Surabaya) ke jembatan Suramadu hingga ke Bangkalan sekitar 17 kilometer (km), dan 40 persen jalan masih kurang penerangan. Jadi sekitar sembilan kilometer jalan yang ada kurang tersedia penerangan.

“Khusunya wilayah dari jembatan hingga menuju ke Bangkalan, sehingga hal ini bisa menyebabkan kurang kenyamanan dan rawan terjadi kriminalitas,” kata Suhariyono dikonfirmasi Surabaya Post, Kamis 2 Februari 2012 pagi tadi.

Ia menambahkan, di sisi Madura, PJU hanya berada di beberapa titik, seperti di dekat gerbang tol Kecamatan Labang, perempatan Desa Petapan, dan di Desa Burneh. Itu pun dinilai belum maksimal sehingga bisa mengundang orang melakukan kejahatan. Bila malam hari, kondisi jalan gelap gulita, sehingga rawan kejahatan. “Yang perlu ditambah juga adalah adanya rambu lalu lintas, karena minimnya rambu lalu lintas menyebabkan rawan laka (kecelakaan lalu lintas),” tambahnya.

Melihat keadaan tersebut, Kepala Sub Divisi (Kasubdiv) Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Faizal Yasir Arifin menuturkan pihaknya dalam tahun ini memang sudah menargetkan pembangunan JPU. Tak tanggung-tanggung dana yang dialokasikan sekitar Rp 80 miliar. “Salah satu dari target kerja tahun ini adalah pembangunan JPU. Mungkin dalam dua tahun ke depan pembangunan akan mulai dilaksanakan,” ungkapnya.

Ditanya mengenai rambu lalu lintas yang juga masih minim di kawasan Suramadu, ia mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur. Apabila sudah ada koordinasi, BPWS juga bersedia melakukan penambahan rambu lalu lintas.

“Mengenai kurangnya rambu lalu lintas di wilayah Suramadu, kami akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Dishub Jatim. Karena untuk masalah fasilitas jalan merupakan wewenang dari Dishub,” tandasnya.

sumber ; surabayapost