Abdurrahman alias Arman Torres (22) pelaku pencurian sepeda motor yang nekat menabrakkan mobilnya pada barikade polisi delapan bulan lalu akhirnya dibekuk jajaran Reskrim Polres Bangkalan, saat tersangka berkencan di Hotel Pasar Besar Surabaya, Senin ( 09 April 2012 ).

Untuk mencuri sepeda motor di Kota Bangkalan, Arman dkk menyewa mobil Toyota Avanza M 438 NA. Motor hasil curian dimasukkan ke dalam mobil Avanza pada 8 Agustus 2011. Kala itu Arman memacu mobil dengan cepat di jalur padat di tengah kota sehingga mengundang perhatian polisi.

Usaha menangkap Arman dkk dilakukan dengan membuat barikade. Namun mobil yang dikemudikan pemuda asal Dusun Jumaden, Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang itu seakan tak kenal jerih. Ia terus melaju dengan menerjang dua barikade petugas kepolisian di kawasan Junok dan di depan Mapolsek Arosbaya.

Lolos dari kejaran polisi, Arman bersama Fauzan (DPO) lalu meninggalkan begitu saja mobil yang disewa seharga Rp 200.000 itu di Desa Plakaran, Kecamatan Arosbaya. Mobil dalam keadaan rusak, kap mobil ringsek dan radiatornya pecah karena dua kali mobil menabrak barikade petugas.

Setelah meninggalkan mobil dan menghilang dari kejaran petugas, Arman mengira sudah terbebas dari pantauan petugas. Setelah 8 bulan berselang, ia diketahui tengah pesta minuman keras bersama seorang perempuan di kamar 255 Hotel Pasar Besar Surabaya. Ia diketahui menyewa kamar hotel sejak tiga hari yang lalu.

“Ia tengah pesta miras bersama seorang perempuan dan satu laki-laki di kamar hotel,” terang Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro melalui Kastreskrim AKP Soegeng Prayitno, Senin (9/4/2012).

Dalam pemeriksaan, Arman mengaku bahwa mobil Avanza itu yang ia kemudikan saat menabrak barikade polisi, namun yang menjadi otak pencurian sepeda motor Yamaha Mio milik warga Perumda Bangkalan adalah Sodiq yang terlebih dulu dibekuk petugas.

Berdasarkan catatan petugas keolisian, Arman juga pernah ditangkap di Polres Pamekasan karena terlibat kasus sepeda motor bodong. Sedangkan tersangka yang satu lagi, Fauzan, terus dicari petugas.

“Tinggal satu tersangka lagi yakni Fauzan. Kami terus mengembangkan informasi keberadaannya,” tegas Soegeng.

sumber : surya