Sepanjang 2012, sebanyak sepuluh anggota Kepolisian Resor Bangkalan,  terdeteksi mengkonsumsi narkoba. “Mayoritas pakai sabu-sabu,” kata Kepala Polres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Endar Priantoro, Kamis, 3 Mei 2012.

Menurut Endar, mereka diketahui gemar mengkonsumsi narkoba setelah dua kali tes urine yang dilakukan secara insidentil. Dalam cairan kemih mereka terdapat kandungan amfetamin alias sabu-sabu. “Pemeriksaan pertama, lima polisi positif. Kedua kalinya, lima anggota kembali positif,” ujarnya.

Endar mengatakan nama-nama polisi tersebut adalah Brigadir Kepala Sukarno Putro, anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan; Ajun Inspektur Satu Edi Purnama, anggota Polsek Klampis; Brigadir Andy Eko Kurnianto, anggota Polsek Tanah Merah; Brigadir Satu Nurus Sholeh, anggota Polsek Tragah, dan Brigadir Satu Choirul Nurulloh, anggota Sabhara.

Semuanya mendapatkan sanksi. “Mereka dikurung 21 hari, ditunda kenaikan pangkat dan pendidikannya selama dua periode,” katanya. “Empat polisi lainnya belum disidang dan seorang lainnya masih direhabilitasi,” kata Endar.

Endar mengungkapkan polisi yang bermasalah ditarik ke Polres untuk menjalani serangkaian rehabilitasi mental, seperti konseling dan mengikuti pengajian agama dua kali sepekan. “Dari konseling terungkap mereka pakai narkoba karena coba-coba, ada juga karena punya masalah keluarga,” kata Endar.

Sukarno Putro mengaku mengkonsumsi narkoba demi kepentingan dinasnya, yaitu membongkar serta menangkap pengedar dan bandar narkoba. “Alasan seperti itu tetap tidak diterima,” kata Kepala Bagian Operasional Polres Bangkalan Ajun Komisaris Abdul Rokhim.

sumber : kompas