Tiga tahun menjadi daftar pencarian orang (DPO), Abdul Rosyid (38), warga desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan,  akhirnya berhasil ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan, Kamis (24/5/2012).

Penangkapan Rosyid dilakukan polisi di rumah isterinya di desa Batu Gubang, Kecamatan Geger, Bangkalan, Madura. Ia sempat mencoba bersembunyi di balik spring bed sebelum dibekuk.

“Saat digeledah di rumahnya, anggota nyaris kehilangan jejak. Namun karena kejelian anggota, tersangka bersembunyi di dalam spring bed dengan cara dilubangi dari bawah,” ungkap AKP Soegeng Prajitno, Kasat Reskrim Polres Bangkalan.

Soegeng menambahkan, tersangka sempat melarikan diri ke Kalimantan setelah kejadian pembunuhan. Selama di Kalimantan, tersangka terus menjadi buronan polisi setempat selama dua tahun. Ia tidak juga menyerahkan diri.

“Lama tidak menyerahkan diri, tersangka dikabarkan pulang kampung dan kami tangkap hari ini,” tambahnya.

Setelah ditangkap, tersangka langsung digiring ke Mapolres Bangkalan. Di rumah tersangka ditemukan beberapa senjata tajam seperti pisau, satu buah parang bujur, dan satu senjata api rakitan laras panjang.

Rosyid menjadi tersangka pembunuhan terahadap Syamsul (45) paman iparnya sendiri pada Agustus 2009 lalu.

Di hadapan penyidik, tersangka membunuh pamannya karena persoalan pembagian harta yang tidak adil.

“Tersangka menerima pembagian tanah lebih sedikit dari paman iparnya. Menurut tersangka, korban seharusnya tidak kebagian harta karena bibi tersangka sudah meninggal,” ungkap Soegeng.

Tersangka terancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan disengaja dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

sumber: kompas