Delapan pelajar SMA dari Bangkalan, Madura. mengikuti “Indonesia-US Youth Leadership Exchange Program 2012” atau program pertukaran kepemimpinan pemuda Indonesia-Amerika Serikat di AS, 10 Juni-8 Juli. Kedelapan pelajar dilepas Konsul Jenderal AS di Surabaya, Kristen F. Bauer, di Surabaya, Jumat (8/6) malam.

Mereka berangkat bersama empat pelajar Palangkaraya, empat pelajar Jakarta, seorang guru Bangkalan, dan seorang guru Palangkaraya. Ada pula dua pelajar yang sudah menjadi alumni dari program beasiswa kursus Bahasa Inggris, Acces Plus, yang dikoordinasikan Center for Civic Education Indonesia (CCE Indonesia).

Ke-16 pelajar dari Bangkalan, Palangkaraya, dan Jakarta itu merupakan peserta “Acces Plus” selama dua tahun.

“Kalian merupakan duta Indonesia di negara kami, karena itu carilah pengalaman positif untuk menjadi pengalaman yang dapat kalian bagian kepada teman-teman saat kembali ke Indonesia,” kata Kristen.

Kristen berharap, peserta IULX dan Acces Plus bisa melanjutkan studi S1 atau S2 ke AS. Siswanto, salah satu penerima Acces Plus, mengaku senang. Ini, kata siswa SMAN 4 Bangkalan itu, seperti mimpi.

“Saya tak menyangka akhirnya bisa ke AS, karena saya pernah mengikuti Acces, tapi gagal. Untung ada program Acces Plus untuk alumni seperti kami,” kata anak pensiunan tukang sapu itu.

Apalagi, dirinya merupakan salah seorang dari 110 peserta Acces Plus yang terpilih, padahal dirinya masuk dalam delapan peserta yang lolos seleksi dan harus menjalani wawancara hingga terpilih dua peserta, termasuk dirinya yang merupakan salah satu dari dua peserta terpilih itu.

“Selain bercerita banyak hal tentang Indonesia, saya juga membawa batik khas Madura dan pecut Madura yang akan saya presentasikan di sana, apalagi alumni Acces dari 16 negara akan bertemu di sana,” kata anak ketiga dari empat bersaudara itu.

Senada dengan itu, guru MA Al Hidayah, Jl KH Muh Thoha, Bangkalan, Ria Rossiana, yang terpilih mengikuti program IULX 2012 itu mengaku dirinya juga kaget sewaktu diberitahu lolos dalam program itu, karena banyak saingan untuk program itu.

“Saya kaget, tapi saya bersyukur, karena saya merasa saingan saya lebih baik, ternyata saya yang terpilih. Sebagai guru, saya di AS tidak hanya melakukan studi banding pendidikan, tapi saya juga akan membimbing siswa SMA asal Bangkalan yang ke sana,” katanya.

Koordinator program CCE Indonesia, Nidya Saraswati, menegaskan program IULX ada tiga tahap. Pertama pelajar Indonesia ke AS (10 Juni-8 Juli), tahap kedua adalah pelajar AS ke Indonesia (5-23 Juli), dan tahap ketiga adalah merencanakan proyek lingkungan hidup global (Juli-Desember).

“Di AS, ke-16 pelajar dan dua guru Indonesia akan melakukan studi lingkungan hidup di San Fransisco, tinggal bersama keluarga AS di Virginia, pelatihan kepemimpinan dalam kepemimpinan musim panas di Washington DC, sedangkan pelajar AS ke Indonesia akan melakukan kegiatan peduli lingkungan di Bangkalan, Palangkaraya, dan Jakarta,” katanya.

sumber : metrotv