Untuk menghindari polusi udara dan gas beracun yang dikeluarkan dari asap knalpot kendaraan roda empat, Badan Lingkungan hidup (BLH) Jawa Timur bekerjasama dengan Badan lingkungan (BLH) Bangkalan, Selasa (3/7/2012) melakukan uji emisi dan Ambien sumber bergerak di jalan akses Suramadu sisi Madura. “Kegiatan ini sebagai upaya pembelajaran dan pemahaman bagi masyarakat terhadap pentingnya kondisi udara yang bagus dan bersih yang kebanyakan disebabkan oleh asap kendaraan,” terang Hasanuddin Buchori, Kepala Badan Lingkungan Hidup kabupaten Bangkalan.

Sementara itu, Eko Alfianto salah satu petugas uji emisi mengatakan bahwa yang menjadi sample pada kegiatan tersebut sebanyak 200 kendaraan roda dua dan rata-rata dari kendaraan tersebut lulus semua dan ada sebagian yang tidak lulus.

“Kalau pembakarannya tidak sempurna maka gas yang dikeluarkan mobil itu menyebabkan mengandung racun yang dapat merugikan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Menurut Ekon, dalam uji eimsi tersebut ada dua parameter utama yang diukur pada gas buang dari knalpot kendaraan bermotor yaitu kadar karbon monoksida  dan hydrocarbon.

“Monoksida 1,5 persen dan hydrokarbon 1200 PPM, apabila kondisi kendaraan sudah mencapai itu, maka sudah harus dilakukan service secara rutin sehingga dapat menyeimbangkan pembakaran,” paparnya.

sumber : seruu