Pengembangan tebu di Kabupaten Bangkalan terus ditingkatkan guna membantu memenuhi kebutuhan gula nasional. Untuk itu, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 3,6 milliar untuk lahan tebu seluas 200 ribu hektar yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Anggaran dari APBN itu, nantinya akan dimaksimalkan untuk pengembangan produksi di setiap hektar lahan tebu. “Setiap satu hektar lahan tebu akan memperoleh Rp 18 juta untuk peningkatan produksi,” tutur Kabid Pengembangan Produksi Dinas Kehutanan dan Perkebunan (dishutbun) Kabupaten Bangkalan, Sumarmi, Kamis (26/7/2012).

Dana sebesar itu, lanjut Sumarmi, akan diterima oleh kelompok tani tebu yang tergabung dalam tiga Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR); Teras Mada, Madura Jaya, dan Kerudung Putih. “Itu (dana dari APBN) bersifat bantuan yang harus dikembalikan dengan cara mengangsur dari hasil panen tebu nantinya,” terangnya.

Dari tiga KPTR itu, masih menurut Sumarmi, KTPR Teras Mada yang beralamat di Desa Pacentan, Kecamatan Tanah Merah telah melakukan tebang perdana di lahan tebu seluas 39,966 hektar di awal bulan Juli 2012. “Dari Rp 18 juta untuk setiap hektarnya, sekaliĀ  panen akan menghasil uang Rp 27 juta. Itu masih kotor karena masih harus dipotong biaya tebang angkut sebesar Rp 4 juta,” urainya.

KPTR Teras Mada itu mencakup wilayah lahan tebu seluas 79, 70 ribu hektar yang tersebar di Kecamatan Tanah Merah, Burneh, Blega, dan Kamal. Sementara KPTR Madura Jaya mencakup lahan tebu seluas 74, 25 hektar yang tersebar di Kecamatan Galis, Socah, Arosbaya, Trageh, Labang, dan Modung.

Sedangkan KPTR Kerudung Putih yang beralamatkan di Desa Banyusangkah meliputi lahan seluas 46,45 hektar di Kecamatan Tanjung Bumi, Klampis, Konang, Kokop, dan Geger. “Tapi di KPTR Kerudung Putih masih belum dilakukan tanam tebu karena masih terkendala air. Kasihan kalau gagal,” ujarnya.

Kepala Dishutbun Kabupaten Bangkalan Abd Razak menuturkan, potensi produksi tebu di Bangkalan diharapkan mampu menutupi kebutuhan tebu nasional ke depan.

“Kalau dulu terkendala karena faktor transportasi, sekarang sudah ada Jembatan Suramadu. Jadi tebu kita bisa tepat waktu tiba di pabrik gula Sidoarjo,” paparnya usai melakukan rapat koordinasi dengan jajaran PTPN X dan XI di ruang kerjanya.

sumber : surya